Prof Jimmi Copriady : Mahasiswa Pascasarjana Jadi Kunci Penguatan Fakultas Riset

  • Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:28:18
  • Oleh admin

Riaupintar.com — Sebanyak 71 mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri) mengikuti kuliah umum sekaligus pembekalan awal perkuliahan di Hotel Jatra Pekanbaru, Sabtu 15 Agustus 2026.


Kegiatan yang diikuti sekitar 223 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen dan panitia, tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D. Kuliah umum mengangkat tema “Penguatan Roadmap Riset dan Publikasi Ilmiah, Integritas di Era AI serta Strategi Percepatan Penyelesaian Studi.”


Dekan FKIP Unri Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., saat membuka kegiatan menekankan pentingnya memperkuat jumlah dan kualitas mahasiswa pascasarjana sebagai bagian dari upaya mendorong Unri menuju universitas riset.


Menurut Jimmi, keberadaan mahasiswa pascasarjana, khususnya program magister dan doktor, menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi.


“Semakin banyak mahasiswa pascasarjana yang dimiliki fakultas, maka semakin cepat universitas tersebut menuju universitas riset,” kata Jimmi.



Saat ini, FKIP Unri memiliki 367 mahasiswa pascasarjana dari seluruh angkatan. Jumlah tersebut mencakup mahasiswa program doktor dan magister yang tersebar di 12 program studi pascasarjana.


Jimmi berharap pertumbuhan jumlah mahasiswa pascasarjana tersebut dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah.


“Kita berharap dengan bertambahnya jumlah mahasiswa pascasarjana FKIP, universitas riset bisa terwujud,” ujarnya.


Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu


Selain penguatan riset, Jimmi juga mengingatkan mahasiswa pascasarjana agar memiliki komitmen menyelesaikan studi sesuai target.


Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), semestinya dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung proses akademik, bukan menjadi alasan untuk memperpanjang masa studi.



Jimmi bahkan menceritakan pengalamannya ketika menempuh pendidikan magister di Bandung pada 1998. Saat itu, akses internet masih sangat terbatas dan teknologi AI belum tersedia. Namun, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu dua tahun.


“Saya minta dengan kemajuan teknologi sekarang ini, tidak ada alasan bagi mahasiswa menunda menyelesaikan studinya. Komitmen itu betul-betul harus datang dari dalam diri mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, FKIP Unri juga menyerahkan secara resmi 71 mahasiswa baru kepada sembilan program studi pascasarjana. Dari sembilan program studi tersebut, S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi program dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak.


Program doktor menerima 12 mahasiswa baru.


Ketua panitia kuliah umum Pascasarjana FKIP Unri, Prof. Zetra Hainul Putra, Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan bekal awal kepada mahasiswa, terutama terkait riset, publikasi ilmiah, pemanfaatan AI secara berintegritas, serta strategi mempercepat penyelesaian studi.


“Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kuliah umum dengan sebaik-baiknya dan mengambil ilmu yang disampaikan narasumber, baik terkait AI maupun strategi percepatan studi,” kata Zetra.



Ia menambahkan, kehadiran Guru Besar UNJ Prof. Usep Suhud diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada mahasiswa dalam membangun roadmap riset dan menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. **

Read more info "Prof Jimmi Copriady : Mahasiswa Pascasarjana Jadi Kunci Penguatan Fakultas Riset" on the next page :

Berita Terkait

Populer