Prof Jimly Asshiddiqie Dihadirkan Umri dalam National Debate Competition
Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:45:14
Oleh admin
Riaupintar.com – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menghadirkan tokoh hukum dan ketatanegaraan Indonesia, Prof Dr H Jimly Asshiddiqie, SH MH., dalam Kuliah Umum yang menjadi bagian dari rangkaian National Debate Competition (NDC) 2026 sekaligus memeriahkan Milad ke-18 Umri.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus Utama Umri pada Sabtu 13 Juni 2026 ini, dihadiri Badan Pembina Harian (BPH), jajaran Wakil Rektor, Civitas Akademika Umri, ratusan mahasiswa, dosen dari berbagai fakultas, dan praktisi hukum, serta peserta National Debate Competition dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Umri, Dr Raja Desril, MH., menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Jimly menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai hukum, demokrasi, dan ketatanegaraan dari salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan reformasi hukum Indonesia.
“Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa dapat memperluas perspektif dan pemahaman bagaimana membangun negara yang lebih baik. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat terhadap hukum dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menegaskan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam penegakan hukum. Menurutnya, seorang sarjana hukum tidak cukup hanya memahami bunyi peraturan secara tekstual, tetapi juga harus mampu memahami nilai, tujuan, dan substansi yang melandasi lahirnya hukum tersebut.
“Etika dalam menjalankan sebuah peraturan menjadi dasar dalam menegakkan hukum yang berlaku. Sarjana hukum bukan hanya memahami titik dan koma dalam aturan, tetapi juga memahami nilai dan substansi hukum itu sendiri. Mari bersama-sama mengambil ilmu dan hikmah dari kuliah umum ini,” ungkapnya.
Pada sesi kuliah umum, Prof. Jimly Asshiddiqie mengajak mahasiswa untuk melihat hukum dari perspektif yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa hukum tidak hanya berkaitan dengan hal yang benar dan salah, tetapi juga mencakup aspek moral, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat.
“Hukum berbicara tidak hanya mengenai benar dan salah, tetapi juga mencakup baik dan buruk. Keduanya saling terkait. Hukum, etika, dan peraturan seharusnya tidak terpisah, melainkan saling mendukung,” ujarnya dengan tegas.
Dia berpendapat bahwa menyelenggarakan kompetisi debat yang dipadukan dengan kuliah umum adalah langkah yang sangat relevan dalam membangun tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Menurutnya, hukum secara mendasar terhubung dengan sistem norma yang mengatur kehidupan bersama, sementara debat berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat budaya dialog, diskusi, dan pertukaran ide.
“Semangat diskusi dan debat yang substansial mengajarkan kita untuk mendengarkan, memahami, dan melihat kebenaran dari perspektif yang berbeda dari pandangan kita sendiri,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan ruang publik yang sarat dengan pertukaran ide dan argumen yang berkualitas. Debat yang beradab, menurutnya, adalah debat yang menitikberatkan pada ide dan substansi, bukan pada serangan pribadi.
“Debat yang beradab adalah debat mengenai ide-ide dan substansi. Dalam demokrasi, ruang publik harus diatur dengan baik karena peradaban demokrasi harus diisi dengan substansi. Suara minoritas juga perlu diperhatikan, sebab sering kali keadilan muncul dari ruang-ruang yang diwakili oleh kaum minoritas,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai forum untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ketatanegaraan, kegiatan ini juga menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Fakultas Hukum Umri. Pada acara puncak National Debate Competition (NDC) 2026, tim debat Fakultas Hukum Umri berhasil meraih juara pertama setelah melalui berbagai tahapan kompetisi dan mengalahkan peserta dari banyak perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi.
Prestasi ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa Fakultas Hukum Umri dalam berpikir kritis, menyusun argumen yang logis, serta menganalisis isu-isu hukum dan kebangsaan secara menyeluruh. Sebagai penghargaan atas keberhasilan tersebut, tim debat Fakultas Hukum Umri berhak membawa pulang Piala Bergilir Rektor dan hadiah pembinaan.*
Read more info "Prof Jimly Asshiddiqie Dihadirkan Umri dalam National Debate Competition" on the next page :