Rektor Saidul Amin Tegaskan Pelajar Muhammadiyah Harus Jadi Kader Penerus Persyarikatan
Selasa, 08 September 2026 - 12:22:29
Oleh admin
Riaupintar.com – Menjadi siswa di sekolah Muhammadiyah bukan sekadar mengejar nilai dan ijazah. Lebih dari itu, mereka dipersiapkan menjadi generasi yang akan melanjutkan perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Umri, Dr. H. Saidul Amin, M.A., saat memberikan tausyiah pada Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, Selasa 8 September 2026 pagi.
“Di sekolah Muhammadiyah, murid bukan sekadar murid. Murid adalah pelanjut Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, mereka harus diasah, diasih, dan diasuh,” tegas Saidul Amin.
Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang pintar dan kompeten. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, memperkuat nilai keislaman, serta menanamkan komitmen kepada Persyarikatan.
“Mereka dipersiapkan bukan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga memiliki karakter, nilai, dan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.
UMRI dan Sekolah Muhammadiyah Diminta Bangun Jalur Pendidikan Berkelanjutan
Saidul Amin menegaskan Umri sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki hubungan erat dengan seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif. Sinergi harus diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang memberikan jalur berkelanjutan bagi siswa hingga perguruan tinggi.
“Umri tidak bisa dipisahkan dari AUM. Karena itu, kerja sama harus kita bangun lebih dalam lagi, termasuk bagaimana memastikan kelangsungan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik program magister di Umri maupun di UMAM,” katanya.
Ia juga mendorong sekolah Muhammadiyah meningkatkan kemampuan bahasa internasional. Menurutnya, generasi muda harus disiapkan menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia yang semakin terbuka.
“Standar kita ke depan harus lebih baik. Bahasa internasional harus diperbaiki dan dikuasai. Karena itu, prosesnya dapat diawali dengan penerapan pembelajaran bilingual dalam proses belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.
Bengkel Sekolah Jadi Laboratorium Pembelajaran Sekaligus Layanan Masyarakat
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, Muswardi, S.T., M.T., mengatakan sekolah terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui pengembangan Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Terpadu yang telah diresmikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P.
Bengkel tersebut kini dikembangkan menjadi Bengkel Surya Auto Service SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru yang juga memberikan layanan kepada masyarakat umum.
“Untuk memajukan proses dan pelayanan belajar mengajar, Alhamdulillah Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Terpadu telah diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Muhadjir Effendy. Kehadiran bengkel ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik,” kata Muswardi.
Ia berharap keberadaan bengkel tidak hanya menjadi sarana praktik siswa, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap Bengkel Surya Auto Service SMK Muhammadiyah 3 dapat melayani kebutuhan servis kendaraan roda empat bagi seluruh civitas akademika UMRI dan keluarga besar Perguruan Muhammadiyah,” harapnya.
MoU dan PKS Perkuat Sinergi
Tabligh Akbar yang digelar di Lapangan SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kegiatan dihadiri pimpinan, majelis guru, dan karyawan SMK Muhammadiyah 3, SMP Muhammadiyah 4, SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru, serta seluruh murid SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi siswa dan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga membuka jalan bagi lulusan sekolah Muhammadiyah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap bekerja, melanjutkan pendidikan, sekaligus menjadi kader yang menjaga keberlanjutan perjuangan Muhammadiyah bagi umat dan bangsa.**
Read more info "Rektor Saidul Amin Tegaskan Pelajar Muhammadiyah Harus Jadi Kader Penerus Persyarikatan" on the next page :