Diikuti Negara di Empat Benua, Wako Agung Buka Seminar Internasional Fakultas Pendidikan dan Vokasi

  • Jumat, 24 April 2026 - 10:45:18
  • Oleh admin

Riaupintar.com – Walikota (Wako) Pekanbaru yang juga merupakan lulusan Universitas Lancang Kuning Riau (Unilak) meresmikan Konferensi Internasional dalam Pendidikan dan Vokasi: Pendekatan Multikultural dan Inklusif (ICEV-MIA 2026) yang mengusung tema Tantangan Global dalam Pendidikan dan Vokasi: Menjembatani Kesenjangan Melalui Pendekatan Multikultural dan Inklusif, yang berlangsung di Hotel Furaya Pekanbaru Kamis, 23 April 2026.


Konferensi internasional ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta baik secara daring maupun luring, menampilkan pembicara ternama dari empat benua, termasuk Australia, Eropa, Asia, dan Afrika. Di antara pembicara tersebut terdapat Prof. Joy Wang dari Waikato Institute of Technology di Selandia Baru, Assoc. Profesor Tyler Denmead dari University of Cambridge di Inggris, Assoc. Profesor Dr. Nadlene Razali dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Prof. Yuslina Mohammed dari Universiti Sains Islam Malaysia, Prof. Abdi Omar Shuriye dari Hormuud University di Somalia, serta Assoc. Prof. Marwa, M.A.


Wako, yang hadir bersama istrinya Hj Sulastri, Bunda PAUD Kota Pekanbaru, disambut dengan antusias oleh semua peserta serta pengajar dari dalam dan luar negeri saat membuka seminar. Acara internasional ini menghadirkan pembicara yang berasal dari lima negara, mewakili empat benua tersebut.


“Saya sangat mendukung dan memberikan penghargaan tinggi kepada Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak yang berhasil menyelenggarakan seminar internasional sebesar ini. Untuk mendukung pendidikan di Kota Pekanbaru, kami telah menyediakan beasiswa bagi siswa, guru, dan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka. Saya juga berupaya untuk memberikan beasiswa S2 bagi para guru. Jika walikota memiliki gelar S2 maka guru-guru juga harus S2 sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru. Saya mohon doa agar saya segera menyelesaikan studi S3,” ujarnya.


Agung juga menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan dan vokasi yang berskala global. "ICEV-MIA 2026 merupakan platform strategis untuk berbagi ide, memperkuat jaringan, dan merumuskan solusi bersama,” ungkapnya.



Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak, Dr. Herlinawati, menyambut para tamu undangan di pembukaan ICEV-MIA 2026, termasuk kehadiran Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS MHum, Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. Syafrian Tommy, perwakilan LLDIKTI, PGRI Provinsi Riau, wakil rektor II, dan dekan dari lingkungan Unilak serta dekan FKIP dari berbagai universitas di Riau dan provinsi lainnya.


Prof Dr. Junaidi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Walikota Pekanbaru atas perhatian besarnya terhadap dunia pendidikan. Beliau menunjukkan komitmen untuk mendukung sepenuhnya program walikota. Siap untuk bermitra, membantu, serta memberikan solusi.


Dengan semakin kompetitifnya tantangan dunia pendidikan saat ini, diperlukan gerakan terpadu dari semua pihak yang terlibat agar memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan. Program Walikota Agung Nugroho sudah berada di jalur yang tepat.


Di sisi lain, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unilak Assoc. Profesor Dr Herlinawati menyatakan bahwa konferensi internasional ini berlangsung selama dua hari. Dalam forum tersebut, para peneliti, dosen, ahli, dan profesor dari universitas di seluruh dunia berdiskusi mengenai banyak solusi konkret untuk memastikan bahwa pendidikan kita benar-benar dapat memberikan kontribusi dalam menghadapi tantangan global saat ini.


"Kegiatan ICEV-MIA 2026 merupakan inisiatif dari Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak yang bertujuan untuk menyiapkan dan memastikan kualitas pendidikan serta mutu lulusan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pola pikir yang terbuka dan inklusif, sehingga siap untuk bersaing di tingkat internasional tanpa melupakan nilai-nilai budaya kita," ujarnya. 



Selama dua hari, konferensi ini mengusung tema besar yang berkaitan dengan inklusivitas, keberagaman budaya, disabilitas, dan berbagai metode pembelajaran. Pilihan topik ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya sistem pendidikan dan vokasi yang lebih adaptif, setara, dan menghargai perbedaan.


Ia menyatakan bahwa kehadiran pembicara dari empat benua menunjukkan bahwa masalah pendidikan inklusif dan keberagaman budaya menjadi perhatian global. 


"Fadiksi Unilak berkomitmen untuk mendukung pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga ramah bagi penyandang disabilitas dan kaya akan nilai-nilai budaya," ucap Herlinawati dengan tegas.


ICEV-MIA 2026 dilaksanakan selama dua hari, mencakup serangkaian pidato kunci, presentasi panel, dan sesi diskusi paralel. Para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan baru yang bisa diterapkan di lembaga masing-masing.


Beberapa universitas yang berpartisipasi adalah Universitas Islam Selangor, Universitas Saraswati Denpasar Bali, UM Malang, Universitas PGRI Sumatera Barat, UNRI, UIR, UPP, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, UMRI, UIN Suska Riau, PGRI Riau, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, dan beberapa perwakilan sekolah dari Pekanbaru.(yok) 

Read more info "Diikuti Negara di Empat Benua, Wako Agung Buka Seminar Internasional Fakultas Pendidikan dan Vokasi" on the next page :

Berita Terkait

Populer