Riaupintar.com -- Untuk kali pertama sejak didirikan, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melaksanakan sidang senat terbuka pengukuhan Guru besar (Prof) Rabu 24 Februari 2026, di aula kampus utama Umri Jalan Tuanku Tambusai Ujung Pekanbaru.
Dua orang Guru besar yang di kukuhkan yakni Prof Ir Ahmad Kafrawi Nasution MT PhD, pada Bidang Kepakaran Biomaterial Terdegradasi, pada Fakultas Teknik, dan Prof Dr Jufrizal Syahri MSi, Bidang Kepakaran Ilmu Kimia Organik pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Rektor Umri Dr Saidul Amin MA dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan dua guru besar Umri. "Sebagai apresiasi, kami tidak bisa memberikan uang atau bentuk lainnya, kami akan memberikan reward umroh kepada keduanya," kata Saidul mengawali sambutannya.
Saidul mengatakan, bahwa gelar tertinggi yang diraih dalam bidang akademis bukankah akhir dari menurut ilmu bagi seseorang, melainkan sebagian langkah awal untuk bisa terus mengembangkan keilmuan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Hal ini juga hendaknya bisa menjadi virus kebaikan bagi para Dosen-dosen Umri lainnya untuk bisa meraih hal yang sama.
"Dan yang tak kalah penting adalah ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk bisa menjadi teladan yang baik ketika bergaul di tengah masyarakat, hendaknya semakin tinggi gelar akademis, semakin bermanfaat pula bagi orang banyak," harapnya.
Saidul juga mengingatkan agar prestasi ini tidak hanya sekedar untuk meningkatkan reputasi Universitas, tapi yang lebih penting adalah untuk membangun reputasi kebaikan bagi si peraih gelar.
"Teruslah mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian, jadilah virus kebaikan yang bisa disebar kepada dosen-dosen yang lain," imbuhnya kembali menginginkan.
Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi SKM MKes juga menyampaikan apresiasinya atas dikukuhkan nya dua orang dosen Umri sebagai Guru besar.
Tentunya dengan terdapat Guru besar di Universitas akan semakin meningkatkan reputasi kampus, dan akan semakin dipercaya oleh masyarakat luas.
Namun menurutnya yang perlu diingat adalah bahwa Guru Besar bukan hanya gelar kehormatan, melainkan amanah besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, membina generasi intelektual, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
"Teruslah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, jangan hanya sampai terhenti di sini," ujarnya mengingatkan.
Ia juga menyebut Umri sejak berdirinya terus menunjukkan kemajuan dari berbagai hal, karena itu diharapkan bisa terus berlanjut dan dikembangkan.
"Untuk Guru Besar ini kita di LLDikti Wilayah XVII siap membantu dosen-dosen di wilayah kerja kita di perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau, termasuk tentunya para dosen Umri," pungkasnya. (nik)
Read more info "Pertama kali, UMRI Kukuhkan Dua Guru Besar" on the next page :