Kemendikdasmen-BNPT Perkuat Sekolah Cegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan
Kamis, 03 September 2026 - 08:50:42
Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan yang digelar di Jakarta, Rabu 2 September 2026. Forum ini menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pencegahan ekstremisme harus dilakukan secara bersama-sama agar sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak.
“Forum ini menjadi sangat penting untuk melakukan langkah bersama, gerakan bersama, menciptakan lingkungan yang aman dan lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita dapat tumbuh dengan gembira dalam mencapai cita-cita,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden dalam membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Kemendikdasmen, lanjutnya, menggunakan pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif, dengan melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Keluarga dinilai memiliki peran penting karena hubungan orang tua dan anak menjadi salah satu fondasi pencegahan. Anak tidak hanya perlu dididik, tetapi juga dibimbing dan mendapatkan relasi keluarga yang harmonis.
Upaya tersebut juga berkaitan dengan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan bermasyarakat. Anak perlu memiliki ruang untuk berinteraksi, berekspresi, serta mengembangkan bakat dan minat secara positif.
Abdul Mu’ti menilai keterbatasan ruang sosial dan ekspresi dapat menjadi salah satu faktor yang membuat anak rentan terpapar paham kekerasan dan radikalisme.
“Kita mendampingi mereka karena suasana aman, perasaan terlindungi, dan rasa di mana mereka mendapatkan pengakuan itu menjadi modal dan bekal yang penting untuk kita mendidik anak-anak kita menjadi generasi Indonesia yang hebat, generasi Indonesia yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
Ia mengungkapkan, tantangan pencegahan semakin serius seiring meningkatnya paparan paham kekerasan di kalangan anak. Berdasarkan data aparat penegak hukum, sejak Januari hingga 26 Agustus 2026 terdapat 620 anak yang masuk kategori terpapar paham kekerasan maupun radikalisme.
Paparan tersebut antara lain terjadi melalui ruang digital seperti media sosial, podcast, forum, dan berbagai platform lainnya.
Karena itu, BNPT akan memperluas langkah pencegahan hingga tingkat daerah. Setelah deklarasi komitmen bersama, BNPT akan melakukan intervensi di 38 provinsi.
“Hari ini kita hadir, kita sama-sama membuat komitmen. Nanti setelah komitmen deklarasi ini, kami akan melakukan intervensi ke 38 provinsi,” ujar Eddy.
Kegiatan tersebut ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat peran komite sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di lingkungan pendidikan.**
Read more info "Kemendikdasmen-BNPT Perkuat Sekolah Cegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan" on the next page :