OSN Pendidikan Dasar 2026: Bukan Sekadar Medali, Tapi Tempat Murid Mengasah Nalar Sejak Dini

  • Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45:15
  • Oleh admin

Riaupintar.com — Ratusan murid terbaik dari berbagai daerah menunjukkan kemampuan dan semangat berprestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026. Sebanyak 686 finalis dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) mengikuti kompetisi yang digelar pada 25–31 Agustus 2026.


OSN tahun ini mempertandingkan tiga cabang, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tak hanya menguji penguasaan konsep, kompetisi juga dirancang untuk mengasah kemampuan murid dalam mengeksplorasi, mengobservasi, berpikir kritis, hingga mempresentasikan gagasan.


Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa OSN tidak semata-mata mengejar medali atau peringkat.


“Prestasi kalian pada ajang OSN tahun 2026 ini bukan hanya tentang medali, peringkat dan penghargaan, melainkan tentang proses belajar, kerja keras, disiplin, kejujuran dan kemauan untuk terus berkembang,” ujar Irene saat menutup OSN di Jakarta, Ahad 30 Agustus 2026.


Pesan itu dirasakan langsung oleh Halimatun Sa’diah, murid SMP Negeri 6 Lhokseumawe, Aceh. Ia berhasil meraih Medali Emas sekaligus The Best Theory OSN IPA.



Menurut Halimatun, menghadapi soal dengan tingkat kesulitan tinggi membuatnya belajar mengatur waktu, menyusun jadwal belajar, dan memperkuat materi yang masih menjadi kelemahannya.


“OSN mengajarkan saya cara berpikir kritis, pantang menyerah, dan disiplin. Saya juga belajar menghargai proses. Menang kalah itu urusan nanti, yang penting sudah memberikan yang terbaik,” katanya.


Sementara itu, Michael Keii Shen, murid SD 1 YPK Kalimantan Timur, meraih Medali Perak OSN IPS SD. Ia mengaku bangga bisa bersaing dengan murid berprestasi dari berbagai daerah.


Menariknya, kompetisi tidak hanya menguji kemampuan akademik. Melalui tes eksplorasi, Michael belajar membuat peta infografis sekaligus mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri.


“Melalui tes eksplorasi, saya belajar bagaimana membuat peta infografis dan bagaimana presentasi yang baik supaya apa yang saya sampaikan bisa dimengerti oleh dewan juri,” ujarnya.



Kemendikdasmen menilai keberhasilan OSN tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, pendamping, dewan juri, fasilitator, dan panitia.


Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan.


Berakhirnya OSN 2026 pun bukan akhir dari proses. Bagi para murid, pengalaman berkompetisi menjadi bekal untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat nalar dan karakter, serta berani menghadapi tantangan di masa depan.**

Read more info "OSN Pendidikan Dasar 2026: Bukan Sekadar Medali, Tapi Tempat Murid Mengasah Nalar Sejak Dini" on the next page :

Berita Terkait

Populer