Program PKK dan PKW Menyasar Peserta Kursus di Indonesia Timur

  • Minggu, 08 Maret 2026 - 17:50:49
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan merata, termasuk dalam jalur pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan. 


Salah satu upaya tersebut adalah melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). Program PKK bertujuan untuk mendukung peserta didik dalam meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan permintaan di dunia kerja. 


Sedangkan, program PKW berfokus pada pengembangan keterampilan vokasional khususnya dalam bidang wirausaha. Kedua program ini juga menargetkan lembaga kursus di bagian Timur Indonesia. 


Berdasarkan informasi dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, ada sebanyak 88 lembaga kursus dari wilayah tersebut berpartisipasi dalam program ini, membantu 2. 282 peserta didik selama 2022 hingga 2025. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp11 miliar.


Salah satu peserta didik yang telah mendapatkan pekerjaan adalah Efrasius dari Lembaga Kursus Surya Perdana Ruteng, yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 



Meskipun sebelumnya tidak memiliki pengalaman kerja tetap, ia mengikuti program PKK untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang administrasi perkantoran. Efrasius menceritakan bahwa pengalaman kursusnya tidak hanya meningkatkan keterampilannya tetapi juga dapat mengubah kualitas hidup dan membuatnya lebih mandiri. Efrasius berbagi. 


“Saya sekarang bekerja di SD Inpres Redek Hawe sebagai operator dan staf administrasi. Saya merasa senang bisa membantu institusi pendidikan dengan keahlian yang saya peroleh setelah mengikuti kursus. ”


Bukan hanya Efrasius, Veni Rosita Mulle pun berhasil menjalankan bisnis percetakannya dengan baik. Setelah mengikuti program PKW di LKP Fortuna Kupang, ia mendirikan usahanya yang bernama “Semua Beres Disini. ” Ia berpendapat bahwa kursus memiliki potensi besar untuk memperluas wawasan serta keterampilan di dunia bisnis, terutama dalam bidang desain dan percetakan. 


Veni menjelaskan, “Bisnis saya masih dalam tahap awal, namun dalam dua bulan pertama di tahun 2026, saya berhasil menarik sebanyak 100 pelanggan baru dengan total penjualan sekitar 250 sampai 500 produk dan omset mencapai Rp7 hingga 12 juta per bulan. ”


Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) di Kemendikdasmen, menyatakan bahwa program ini adalah perintah dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi semua orang. 



“Inisiatif ini memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memikirkan masa depan mereka, termasuk di kawasan timur Indonesia. Kerja sama antara lembaga kursus, industri, dan pemerintah daerah sangat penting untuk memaksimalkan program ini,” kata Dirjen Tatang.**

Read more info "Program PKK dan PKW Menyasar Peserta Kursus di Indonesia Timur" on the next page :

Berita Terkait

Populer