Tidak ada Paksaan, Pembelian Tong Sampah SDN 189 Pekanbaru Inisiatif Orangtua Siswa
Rabu, 13 Mei 2026 - 22:55:47
Oleh admin
Riaupintar.com -- Terdapat konflik mengenai pengadaan tempat sampah di SDN 189 Pekanbaru yang mendapat perhatian dari anggota DPRD Pekanbaru. Tempat sampah ini berperan sebagai pendukung program adiwiyata di tingkat nasional dan sekolah ramah lingkungan, dan merupakan usulan dari para orangtua siswa.
"Pengadaan tempat sampah ini telah kami sepakati dengan orangtua siswa dalam rapat. Tidak ada keterlibatan kepala sekolah dalam hal ini. Semua ini merupakan inisiatif dari orangtua siswa,"kata salah seorang orang tua murid, Ferdi, saat ditemui pada hari Rabu 13 Mei 2026, di Pekanbaru.
Ferdi menjelaskan bahwa pengadaan tempat sampah bermula dari pertemuan orangtua siswa dari kelas 4 dan 5. Dalam pertemuan tersebut, para orangtua sepakat untuk menyumbang secara sukarela guna membeli tempat sampah dengan nilai kesepakatan sebesar Rp 900 ribu. Setelah pembelian, banyak siswa yang memiliki kelebihan uang dan mengembalikannya kepada orangtua masing-masing.
"Pengadaan tempat sampah ini adalah wujud kepedulian orangtua siswa terhadap lingkungan sekolah. Kami hanya menyumbang sekitar, ada yang memberikan Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, sesuai dengan kemampuan orangtua yang ingin berkontribusi. Tidak ada yang dipaksa," tutur Ferdi.
Menurut Ferdi, adanya pemberitaan yang menyudutkan kepala sekolah ini tentunya berdampak kepada nama baik sekolah. Tidak ada yang namanya pungutan liar. Semua sudah melalui prosedur mulai rapat orangtua semuanya setuju.
"Jangan adanya iuran uang hanya Rp 15 ribu saja, keberhasilan dan prestasi kepala sekolah dalam memajukan sekolah selama ini hilang begitu saja," kata Ferdi.
Orangtua siswa lainnya Fitria Eriyati juga mengatakan hal yang sama. Dalam pembelian tong sampah sekolah ini murni inisiatif dari orangtua siswa kelas 4 dan 5. Tidak ada kaitannya dengan sekolah.
" Memang ada beberapa orangtua murid, 1 atau 2 orang yang tidak setuju, ya tidak kami paksa untuk menyumbang. Dalam rapat orangtua semuanya setuju. Tidak ada paksaan dan nominalnya tidak ditentukan harus nyumbang segini, segitu, harus menyumbang," kata Fitria orangtua siswa kelas 4.
Sementara itu, Kepala SDN 189 Pekanbatu Yuli Astuti mengatakan saat ini, sekolah sedang mempersiapkan program adiwiyata tingkat nasional. Tidak hanya, program adiwiyata, sekolah juga sedang menyukseskan program green school yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Salah satu kesiapan dokumen adiwiyata menyangkut dengan kebersihan lingkungan sekolah.
Adanya pemberitaan pungutan liar untuk pembelian tong sampah langsung dibantah oleh Yuli. Pembelian tong sampah ini merupakan inisiatif orangtua siswa Tidak ada hubungan dengan sekolah.
"Orangtua maunya tong sampah yang bagus sedikit. Sekolah hanya menerima. Sistem gimana, uang dari mana, sistem mengumpulkan saya tidak tahu. Itu semua orangtua siswa," kata Yuli.
Menurut Yuli dalam memajukan dunia pendidikan, kolaborasi orangtua siswa, sekolah dan pihak swasta tidak dapat dipisahkan. Kalau orangtua ingin menyumbang, tidak ada paksaan, apa salahnya.
"Jadi inilah yang terjadi jangan sampai kita membatasi kalau ada orangtua ingin berkontribusi untuk pendidikan," kata Yuli. (fit)
Read more info "Tidak ada Paksaan, Pembelian Tong Sampah SDN 189 Pekanbaru Inisiatif Orangtua Siswa" on the next page :
Saya juga berupaya untuk memberikan beasiswa S2 bagi para guru. Jika walikota memiliki gelar S2 maka guru-guru juga harus S2 sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru