Sekolah 3T di NTT Menerima Pengaruh Positif Digitalisasi Pembelajaran
Rabu, 18 Maret 2026 - 17:55:52
Oleh admin
Riaupintar.com -- Implementasi digitalisasi dalam pembelajaran di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT menunjukkan dampak yang menggembirakan. Hasil belajar siswa di SMPN Wederok memperlihatkan kemajuan yang lebih baik.
Theobaldus Banafanu, pengajar IPS di SMPN Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, mengungkapkan bahwa kehadiran aplikasi Rumah Pendidikan, Papan Interaktif Digital (PID) yang juga dikenal sebagai Interactive Flat Panel (IFP), dan fasilitas Starlink sejak awal tahun ini telah meningkatkan semangat belajar di kalangan 139 siswa di sekolahnya.
Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sedangkan IFP dan akses internet disiapkan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama dalam Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
"Dulu, buku ajar yang tersedia sangat terbatas. Dengan buku, siswa kesulitan untuk fokus dengan baik. Namun, sekarang dengan adanya PID sejak Januari 2026, guru dapat dengan mudah browsing untuk menampilkan materi yang sedang dibahas. Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi jauh lebih mudah bagi kami, baik guru maupun siswa," ujarnya saat diwawancara pada Rabu 18 Maret 2026.
Proses belajar ini berpengaruh pada hasil ujian mingguan siswa yang mengalami peningkatan. Rata-rata nilai kelas yang dulu berkisar di angka 60 kini berada di kisaran 75-80, karena siswa lebih memahami materi yang diajarkan.
Menurut Theobaldus, peningkatan mutu dan sarana prasarana dalam pembelajaran sangat sesuai dengan karakter siswa yang diajarnya. Meskipun mereka berasal dari daerah 3T, dengan banyak orang tua yang bekerja sebagai petani jagung, padi, dan kopra, mayoritas siswa sudah cukup akrab dengan smartphone.
Theobaldus menambahkan, pengaruh digitalisasi pada fasilitas belajar membuat siswa merasa tidak mengantuk dan lebih mampu memahami materi. Contohnya, jika diperlukan ice breaking, guru hanya perlu mengakses Youtube untuk mengikuti gerakan bersama.
Sebelumnya, metode ini dilakukan secara manual dengan cara mengunduh materi terlebih dahulu sebelum berlatih bersama.
“Kami sangat bangga dengan apa yang diberikan oleh pemerintah kepada sekolah-sekolah di area 3T seperti kami. Siswa kini tidak lagi merasa mengantuk saat belajar di kelas. Kami sebagai guru juga lebih bersemangat karena tidak hanya mengajarkan teori di atas kertas, tetapi juga bisa menunjukkan materi di papan digital dengan mudah,” tambahnya.
Dia juga menceritakan betapa antusiasnya dia mengikuti pelatihan tentang presentasi menggunakan Canva dari dua rekannya. Setelah menyelesaikan pelatihan, Theobaldus yakin bisa mengimplementasikan materi tersebut kepada siswa-siswanya di berbagai lokasi di seluruh negeri.
"Dengan adanya satu PID yang didukung oleh aplikasi Rumah Pendidikan dan akses internet Starlink, pemakaian per papan masih terbatas, rata-rata hanya untuk satu kelas sekali dalam seminggu. Tentunya, harapannya adalah agar jumlah fasilitas di sekolah 3T ini terus bertambah," pungkasnya.
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha menegaskan, contoh positif dari NTT adalah bukti nyata dari semangat terus menerus dalam pengembangan pembelajaran yang modern dengan mengubah konsep schooling menjadi learning.
“Perubahan pola pikir ini membuat pembelajaran tidak terbatas hanya dalam ruang kelas. Pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan pendekatan learning, proses belajar bisa berlangsung di mana saja dan kapan pun,” tambahnya.
Berdasarkan pernyataan Kapusdatin, sesudah adanya perubahan dalam cara pandang, diperlukan kerja sama yang berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh adanya hampir 3 ribu pengembang teknologi pembelajaran di Indonesia yang berada di berbagai kementerian serta lembaga. Oleh sebab itu, ekosistem ini perlu saling mengenali dan memperkuat satu sama lain.**
Read more info "Sekolah 3T di NTT Menerima Pengaruh Positif Digitalisasi Pembelajaran" on the next page :