Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra Lewat Gerakan PSPB

kemendikdasmen-luncurkan-gerakan-pspb-pendidikan-bermutu

  • Selasa, 07 Juli 2026 - 11:15:46
  • Oleh admin

Riaupintar.com – Besarnya kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan selama ini belum sepenuhnya menghasilkan dampak yang optimal. Berbagai bantuan dan program kolaborasi masih berjalan sendiri-sendiri sehingga belum selalu menjawab kebutuhan nyata di satuan pendidikan.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktifkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam satu ekosistem gotong royong guna meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa semangat partisipasi berangkat dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan kembali membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Karena itu, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tidak hanya melalui bantuan materi.


"It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang dapat kita berikan kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu melalui Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi," ujar Mu'ti di Jakarta, Senin 6 Juli 2026.


Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita melalui partisipasi masyarakat yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.



"Partisipasi semesta bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan, mempercepat pelaksanaan program, meningkatkan kualitas, sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan," jelasnya.


Mu'ti menambahkan, masih banyak tantangan pendidikan yang membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.


"Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena melalui kemitraan inilah kami dapat memenuhi kebutuhan, mempercepat program, meningkatkan kualitas, dan memperluas manfaatnya," katanya.


Ia juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan pola pikir generasi muda.


"Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak," ungkapnya.



Menutup sambutannya, Mu'ti mengajak seluruh elemen bangsa menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan utama membangun pendidikan nasional.


"DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama pendidikan bermutu untuk semua secara merata demi membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas,"pungkasnya.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa PSPB hadir untuk mengintegrasikan berbagai bentuk dukungan terhadap pendidikan yang selama ini masih tersebar.


"Kontribusi terhadap pendidikan sebenarnya sudah sangat banyak, tetapi berjalan secara terpisah sehingga belum selalu bertemu dengan kebutuhan prioritas nasional," ujarnya.


Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki lebih dari 447 ribu satuan pendidikan yang melayani lebih dari 53 juta peserta didik. Namun, masih terdapat sekitar 2,92 juta anak yang belum bersekolah, sementara capaian literasi dan numerasi nasional juga masih memerlukan perhatian serius.



Menurut Suharti, besarnya tantangan tersebut tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa melalui ruang partisipasi yang kini tersedia pada Superaplikasi Rumah Pendidikan melalui Ruang Mitra, sehingga kebutuhan sekolah dapat dipertemukan dengan calon mitra secara lebih tepat sasaran.


"Pendidikan di Indonesia sejak dahulu adalah kerja gotong royong. Kebutuhan pendidikan sangat besar dan tidak bisa dikerjakan oleh Kemendikdasmen sendiri," tegasnya.


Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai Gerakan PSPB bukan sekadar program kolaborasi, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.


"Yang dibangun bukan sekadar program, tetapi ekosistem partisipasinya. Solusi bersama dan ruang partisipasi dibuka tidak hanya bagi guru, kepala sekolah, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah, tetapi juga bagi seluruh mitra pembangunan. Pendekatan ini akan memperkuat kualitas kebijakan pendidikan kita," ujarnya.


Peluncuran Gerakan PSPB dihadiri 58 mitra pembangunan pendidikan yang berasal dari dunia usaha dan industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, serta berbagai lembaga lainnya sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.



Melalui PSPB, Kemendikdasmen mengembangkan sistem kemitraan berbasis data yang mempertemukan kebutuhan satuan pendidikan dengan calon kontributor melalui proses identifikasi kebutuhan, pencocokan dukungan, koordinasi pelaksanaan, pemantauan, hingga pelaporan. Fokus kolaborasi mencakup digitalisasi pembelajaran, rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, penyediaan beasiswa, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penanganan anak yang tidak bersekolah.**

Read more info "kemendikdasmen-luncurkan-gerakan-pspb-pendidikan-bermutu" on the next page :

Berita Terkait

Populer