Diapresiasi Warga Sekolah, IFP Berikan Dampak Signifikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran

  • Senin, 13 April 2026 - 20:21:15
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan fokus pada siswa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi digital dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran di lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Para anggota sekolah berbagi pengalaman positif terkait penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital.


Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 8 Pati, Rusmi, berbagi pengalamannya tentang penggunaan IFP di sekolah yang menciptakan suasana kolaboratif di antara para pengajar demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
 
"Guru-guru didorong untuk belajar bersama dalam memanfaatkan IFP dan menggunakannya secara bergiliran dalam proses pembelajaran. Meskipun masih ada keterbatasan, alat ini telah memberikan pengaruh besar terhadap partisipasi dan pemahaman siswa,” tuturnya di SMP Negeri 8 Pati, Ahad 12 April 2026.


Selanjutnya, Guru TIK SMP Negeri 8 Pati, Mukhibatul Baroroh, menjelaskan lebih rinci bagaimana IFP mampu menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi. 


“Dengan fitur seperti _multi-touch, touch screen, mirroring,_ serta akses internet dan multimedia, pembelajaran bisa disampaikan dengan cara yang lebih interaktif. Siswa menjadi lebih aktif, bersemangat, dan lebih mudah memahami materi,” terangnya.



Baroroh juga mengemukakan bahwa IFP nyata-nyata mengembangkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi di dalam kelas. 


“Sekolah telah menjalankan lokakarya mengenai kecerdasan buatan dan penggunaan IFP. Selain itu, melalui komunitas belajar, kami saling berbagi pengalaman sehingga ide pembelajaran menjadi lebih beragam,” paparnya.


Namun, ia juga menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas agar penggunaan IFP dapat lebih maksimal. 


"Tantangan yang sering dihadapi adalah ketidakstabilan jaringan dan keterbatasan alat. Selain itu, perawatan IFP juga harus dilakukan secara teratur," ujarnya.


Di masa depan, Baroroh berharap dukungan terhadap program digitalisasi bisa semakin ditingkatkan. "Kami berharap adanya peningkatan pelatihan digital, penyediaan konten pembelajaran, dukungan jaringan, serta penambahan unit IFP agar pemanfaatannya lebih efektif,” tambahnya.



Pengalaman penggunaan IFP juga dirasakan secara langsung oleh para siswa. Di antara mereka, siswa kelas IX, Amira Oktaviana, menyatakan bahwa pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik. 


“Menurut saya, memakai IFP lebih memudahkan dalam belajar dibanding papan tulis biasa. Materi lebih mudah dipahami dan lebih menarik untuk diikuti,” jelasnya.


Amira menambahkan bahwa IFP sangat membantunya saat melakukan presentasi di kelas. "Ketika presentasi, IFP sangat membantu karena dapat menampilkan gambar dengan jelas, sehingga memudahkan saya menjelaskan materi," sambungnya.


Pengalaman yang serupa juga dirasakan oleh siswa kelas IX lainnya, Keyla Patricia Agatha, yang merasakan perubahan besar dalam proses belajar. "Belajar dengan IFP lebih menarik dan interaktif karena bisa menampilkan gambar, video, dan animasi. Materi menjadi lebih mudah dipahami dibanding papan tulis biasa," ucapnya.


Ia berpendapat bahwa penggunaan teknologi juga meningkatkan motivasi belajar dan memberikan pengalaman baru. 



“Saya menjadi lebih paham dan tertarik untuk mengikuti pelajaran karena cara penyampaian materi lebih jelas dan tidak membosankan. Saat guru menunjukkan video pembelajaran, suasana kelas menjadi lebih seru dan saya lebih cepat memahami materi karena bisa melihat contoh nyata secara langsung,” tuturnya.


Di Kabupaten Pati, program digitalisasi telah menjangkau 1.108 lembaga pendidikan melalui bantuan IFP dan perangkat pendukung lainnya. Program ini mendorong penerapan teknologi dalam pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.


“Digitalisasi program ini sangat memfasilitasi terciptanya metode pembelajaran yang lebih kreatif serta meningkatkan kenyamanan bagi pengajar dan murid,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.


Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kelangsungan program, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa dalam lima tahun mendatang, semua sekolah di Indonesia akan menerima IFP. 


“Kami menargetkan setiap sekolah untuk memperoleh dua hingga tiga alat digital setiap tahun. Dalam jangka waktu lima tahun, diharapkan semua kelas sudah dilengkapi dengan teknologi untuk pembelajaran,” tutupnya.**

Read more info "Diapresiasi Warga Sekolah, IFP Berikan Dampak Signifikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran" on the next page :

Berita Terkait

Populer