Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Belajar Lewat Permainan Tradisional dan Sains
Kamis, 23 Juli 2026 - 21:28:34
Oleh admin
Riaupintar.com – Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai kegiatan Main Raya Anak Nusantara dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis 23 Juli 2026.
Mengusung tema "Semua Setara, Riang Bersama", kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menghadirkan ruang bermain yang inklusif melalui berbagai permainan tradisional dan aktivitas sains yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, serta anggota Seruni KMP.
Kehadiran mereka menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, perlindungan, serta lingkungan tumbuh yang aman dan menyenangkan.
Dalam kesempatan itu, Selvi Gibran Rakabuming ikut bermain bersama anak-anak. Ia mencoba berbagai permainan tradisional seperti lompat karet, congklak, kelereng, hingga Perahu Jong, permainan khas Kepulauan Riau. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap permainan.
Tawa dan semangat mereka menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan.
"Anak-anak kita tidak harus selalu bermain dengan gadget. Permainan tradisional yang sederhana dan sudah dimainkan sejak dulu ternyata masih bisa membuat anak-anak sekarang merasakan kebahagiaan," ujar Selvi Gibran Rakabuming, Kamis 23 Juli 2026.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memenuhi hak anak atas pendidikan yang berkualitas.
"Hari Anak Nasional bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa anak-anak adalah harapan masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas," ujar Atip.
Ia menambahkan, proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Menurutnya, dunia anak adalah dunia bermain, sehingga pembelajaran sebaiknya dikemas melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.
"Anak-anak berada pada masa bermain. Karena itu, pembelajaran harus disesuaikan dengan masa tumbuh mereka, yaitu belajar sambil bermain," katanya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Kristo Susanto, siswa kelas XII Bisnis Retail 3 SMKN 1 Tanjungpinang, mengaku senang bisa mencoba permainan Perahu Jong. Menurutnya, kegiatan seperti Main Raya Anak Nusantara menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada generasi muda.
"Anak-anak perlu dikenalkan dengan permainan tradisional agar budaya yang kita miliki tetap lestari dan tidak hilang," ujar Kristo.
Apresiasi juga disampaikan Sela Melinda, guru SLB Negeri 2 Tanjungpinang yang mendampingi para peserta. Menurutnya, Main Raya Anak Nusantara memberikan ruang bermain yang ramah dan inklusif bagi semua anak.
"Alhamdulillah, kami senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah mengundang kami dari SLB untuk ikut bergabung. Acara ini sangat meriah dan membuat anak-anak gembira," kata Sela.
Melalui Main Raya Anak Nusantara, peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia dibangun dari anak-anak yang tumbuh bahagia, percaya diri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Antusiasme anak-anak dalam mengikuti permainan tradisional dan berbagai aktivitas pembelajaran menunjukkan bahwa belajar dapat berlangsung dengan cara yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan karakter, kepedulian, dan semangat kebersamaan.**
Read more info "Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Belajar Lewat Permainan Tradisional dan Sains" on the next page :