Kemendikdasmen dan ASEAN–SEAMEO Luncurkan Peta Jalan Bersama ECCE 2026–2030
Kamis, 09 April 2026 - 17:05:23
Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bersama dengan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), secara resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia untuk periode 2026 hingga 2030 di Jakarta.
Peluncuran ini merupakan wujud komitmen bersama dari sebelas negara di kawasan untuk menjamin bahwa setiap anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai dasar untuk pembangunan sumber daya manusia yang kuat.
“Penyusunan dokumen ini mencerminkan visi bersama dan tanggung jawab kolektif kita untuk memajukan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di kawasan,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta pada Kamis 9 April 2026.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa Deklarasi ASEAN tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang dirumuskan di Jakarta pada tahun 2023, menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen regional dalam memperluas akses, meningkatkan partisipasi, serta mendorong layanan untuk anak usia dini yang terintegrasi dengan kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
“Dengan adanya komitmen bersama ini, pengembangan Joint Roadmap merupakan langkah nyata untuk menerjemahkan aspirasi kita dalam bentuk tindakan yang terkoordinasi dan terukur,” jelasnya.
Joint Roadmap ini berfungsi sebagai alat strategis untuk mengarahkan upaya dalam pengembangan PAUD di kawasan Asia Tenggara. Dokumen ini menyoroti tujuh prioritas utama, yaitu perluasan akses yang adil; peningkatan kualitas program dan pengalaman belajar; penguatan tenaga pendidik dan pendidikan PAUD; perbaikan tata kelola serta kerjasama antar sektor; pemberdayaan keluarga dan masyarakat; pemanfaatan inovasi digital; serta pembiayaan yang berkelanjutan.
Prioritas-prioritas ini sejalan dengan upaya nasional di berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam memperkuat layanan PAUD, terutama dalam meningkatkan akses bagi anak-anak di daerah tertinggal dan rentan, serta mendorong layanan yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
Melalui peluncuran ini, negara-negara anggota diharapkan agar tidak hanya menganggap Joint Roadmap ini sebagai dokumen resmi, tetapi juga sebagai acuan utama dalam merencanakan dan melaksanakan program PAUD.
“Dengan momen ini, kami mengundang seluruh negara anggota untuk memperkuat pemahaman bersama dan menetapkan langkah kolektif untuk memajukan PAUD di kawasan Asia Tenggara,” tambah Mendikdasmen.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Joint Roadmap ini adalah dokumen teknis dan strategis yang mendukung pelaksanaan Deklarasi ASEAN tentang PAUD.
Ia menyatakan bahwa ini adalah upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap anak di Asia Tenggara mendapatkan akses ke layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, setara, inklusif, dan menyeluruh.
“Peluncuran ini menyatukan para pemimpin dan mitra yang memiliki visi yang sama, yakni memberikan awal kehidupan terbaik bagi setiap anak di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Dirjen Gogot.
Di sisi lain, Direktur SEAMEO Secretariat, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, menekankan bahwa PAUD bukan sekedar investasi yang bersifat pilihan, melainkan merupakan dasar penting dalam menjalin sistem pendidikan yang berkualitas dan adil.
Ia menjelaskan bahwa akses ke layanan PAUD yang berkualitas sangat krusial untuk meningkatkan hasil belajar, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
“Jika kita serius ingin meningkatkan hasil pembelajaran, maka kita perlu berinvestasi pada usia dini,” tuturnya.
Menurut pandangannya, fokus utama dari Peta Jalan Bersama ini adalah anak-anak. Mereka berhak mendapatkan peluang awal yang kokoh, kesetaraan dalam kesempatan, serta dukungan untuk menggapai potensi maksimal mereka.
Keberhasilan pelaksanaan peta jalan ini tidak hanya akan meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga akan membentuk masa depan kawasan Asia Tenggara.
Peta Jalan Bersama merupakan hasil kerja sama yang kolaboratif antara Kemendikdasmen, ASEAN dan Sekretariat SEAMEO, SEAMEO CECCEP, serta mitra pembangunan baik dari dalam maupun luar negeri seperti Tanoto Foundation, UNESCO, ARNEC, UNICEF EAPRO, UNICEF Jakarta, Koalisi PAUD HI, dan lainnya.
Dengan diluncurkannya Peta Jalan Bersama ini, negara-negara di Asia Tenggara kini memiliki satu arah strategis yang seragam dalam mengembangkan layanan pendidikan untuk anak usia dini hingga tahun 2030, sebagai bagian dari usaha kolektif dalam mempersiapkan generasi masa depan yang unggul dan kompetitif di tingkat global.**
Read more info "Kemendikdasmen dan ASEAN–SEAMEO Luncurkan Peta Jalan Bersama ECCE 2026–2030" on the next page :