Kemendikdasmen Dorong Berbagai Pihak Hadirkan Konten Digital Pendidikan Kesetaraan yang Relevan
Kamis, 04 Juni 2026 - 07:30:02
Oleh admin
Riaupintar.com -- Transformasi digital dalam dunia pendidikan bukan sekadar tentang penggunaan teknologi di kelas, melainkan juga tentang memastikan bahwa setiap individu yang belajar menerima materi yang relevan dengan kehidupan mereka.
Dorongan ini adalah alasan yang membuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan konten pembelajaran digital yang bersifat interaktif untuk pendidikan kesetaraan.
Direktorat PNFI mengundang semua pihak untuk berpartisipasi, termasuk tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, dan masyarakat luas, guna berkontribusi dalam menciptakan materi pembelajaran yang lebih kontekstual, inspiratif, serta bermanfaat.
Fokus penyiapan materi kali ini adalah pada pemberdayaan dan keterampilan. Diharapkan konten yang dihasilkan tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata yang dapat meningkatkan kemampuan, rasa percaya diri, dan kualitas hidup para peserta didik.
I Gusti Made Ardana, sebagai Direktur PNFI, menekankan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan pendidikan formal. Oleh sebab itu, metode pembelajaran yang diterapkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
"Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan tidak sekadar mentransfer materi dari buku ke perangkat elektronik. Peserta dari Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan spesifik. Mereka memerlukan materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, dan mendukung kemandirian dalam aspek ekonomi serta sosial," jelas I Gusti Made Ardana dalam sesi sosialisasi "Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan" Rabu 3 Juni 2026.
Ia juga menyatakan bahwa kebutuhan akan konten pembelajaran yang bervariasi dan berkualitas tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah sendirian. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menyediakan materi yang lebih kaya, sesuai, dan relevan dengan kondisi yang dihadapi oleh para peserta didik di berbagai wilayah.
"Pengembangan konten pendidikan merupakan kerja kolektif. Kami mengajak semua pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan hasil karya terbaik mereka agar peserta didik di pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna," katanya.
Dalam acara sosialisasi itu, peserta juga diperkenalkan dengan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi referensi bersama. Panduan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap konten yang dikembangkan memiliki kualitas substansi dan teknis yang tinggi, aman untuk digunakan, serta dapat terintegrasi dalam ekosistem Rumah Pendidikan.
Saat ini, pemerintah juga berupaya untuk memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, agar akses pembelajaran digital dapat dinikmati secara inklusif dan merata oleh semua peserta didik di Indonesia.
Inisiatif ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 mengenai Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Ke depannya, konten-konten yang dihasilkan diharapkan dapat memperkaya berbagai sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan dalam belajar, termasuk melalui Interactive Flat Panel (IFP) yang sudah didistribusikan ke berbagai institusi pendidikan.
Dengan semakin banyaknya variasi konten, diharapkan peserta didik dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan melalui berbagai format, seperti permainan edukatif, simulasi virtual, dan media interaktif lainnya.
Melalui kolaborasi antara berbagai pihak, Direktorat PNFI berharap transformasi digital dalam pendidikan nonformal tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga menciptakan lebih banyak peluang bagi peserta didik untuk berkembang, berdaya, dan mencapai masa depan yang lebih baik.
Masyarakat dapat memperoleh informasi tambahan melalui sumber berikut: https://s.id/kontendigit-PNFI2026 dan juga dapat menonton siaran ulang di kanal Youtube Direktorat PNFI melalui https://www.youtube.com/watch?v=VdLFYQepzI8. Publik dapat mengajukan konten mereka dari tanggal 5 hingga 26 Juni 2026.
Proses evaluasi konten akan dilaksanakan dari 6 Juni sampai 7 Juli 2026. Pada tanggal 8 Juli 2026, sebanyak 135 konten yang terpilih, yang mencakup 35 konten dari Paket A, 40 konten dari Paket B, dan 60 konten dari Paket C, akan diungkapkan.**
Read more info "Kemendikdasmen Dorong Berbagai Pihak Hadirkan Konten Digital Pendidikan Kesetaraan yang Relevan" on the next page :