Dukung Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi
Kemendikdsmen Tsgaskan Pembelajaran Tetap Tatap Muka
Rabu, 01 April 2026 - 12:28:06
Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di semua tingkat pendidikan dasar dan menengah tetap dilakukan secara langsung dan berjalan dengan normal, sejalan dengan penerapan kebijakan transformasi budaya kerja nasional serta kebijakan energi.
Penegasan ini merujuk pada arahan pemerintah dalam 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor utama yang harus terus memberikan layanan secara langsung di institusi pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa transformasi budaya kerja merupakan langkah penting pemerintah dalam menciptakan sistem kerja yang lebih responsif dan berkelanjutan, tanpa menurunkan mutu layanan pendidikan.
“Transformasi budaya kerja yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah merupakan langkah kunci untuk menciptakan sistem kerja yang lebih responsif, produktif, dan berkelanjutan. Namun, sektor pendidikan dasar dan menengah memiliki karakteristik layanan yang menempatkan interaksi tatap muka sebagai elemen inti dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran secara langsung tetap menjadi fokus utama. Pada saat yang bersamaan, kami mendorong institusi pendidikan untuk aktif berkontribusi dalam mendukung kebijakan efisiensi energi melalui kebiasaan penghematan dan kesadaran lingkungan di sekolah,” kata Menteri Mu’ti, Rabu 1 April 2026.
Dalam kebijakan ini, pemerintah menerapkan sistem kerja fleksibel dengan mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah pada satu hari dalam seminggu, dan mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk dalam penggunaan energi dan mobilitas. Namun, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap melanjutkan aktivitas belajar secara langsung di masing-masing institusi pendidikan.
Kemendikdasmen menilai bahwa keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas layanan publik dalam pendidikan, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia berkualitas.
Selain itu, kegiatan non-akademik seperti olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan keterampilan siswa juga dapat dilaksanakan tanpa batasan, sebagai elemen dari pembelajaran yang menyeluruh.
Di sisi lain, Kemendikdasmen juga mendukung kebijakan efisiensi energi nasional melalui penerapan budaya hemat energi di sekolah-sekolah. Sekolah didorong untuk memanfaatkan energi dengan bijak, seperti pengelolaan penggunaan listrik, pemanfaatan cahaya alami, serta mendorong perilaku ramah lingkungan di kalangan komunitas sekolah.
Upaya ini juga dapat diperkuat lewat penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang bertujuan untuk memotivasi institusi pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan penerapan Gerakan Indonesia ASRI, sekolah diharapkan dapat membina kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta memanfaatkan sumber daya secara efisien. Lingkungan sekolah yang aman dan sehat tidak hanya mendukung proses pembelajaran yang maksimal, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan kualitas hidup.
Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pembelajaran serta mendukung kebijakan nasional yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan energi.
Dengan adanya kerjasama dari semua pihak, diharapkan layanan pendidikan tetap berjalan secara optimal, sekaligus berkontribusi dalam upaya nasional mencapai efisiensi dan keberlanjutan.**
Read more info "Kemendikdsmen Tsgaskan Pembelajaran Tetap Tatap Muka" on the next page :