Menciptakan Generasi Literat, Kemendikdasmen Sediakan Bacaan Bermutu hingga Dorong Minat Menulis
Selasa, 17 Maret 2026 - 11:01:41
Oleh admin
JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menekankan pentingnya kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026 sebagai platform dalam memberikan pilihan aktivitas produktif bagi generasi muda selama masa mudik. Saat ini, anak-anak sering kali menghabiskan waktu mereka dengan gadget karena kurangnya opsi kegiatan produktif yang bisa mengatasi kebosanan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) aktif mencari solusi untuk memperbaiki keterampilan literasi anak, seperti menyediakan buku berkualitas dengan memanfaatkan momentum mudik lebaran. Selain itu, Menteri Mu`ti juga menekankan pentingnya mengasah kemampuan anak dalam memahami konteks dari bacaan mereka sehingga mereka tidak hanya sekadar membaca buku.
"Oleh sebab itu, kami saat ini memberikan dorongan kepada sekolah untuk menginstruksikan anak-anak agar tidak hanya menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS), tetapi juga membaca buku dan menyusun ulasan singkat. Inilah yang kita sebut literasi dini, di mana mereka terbiasa untuk menuliskan pengamatan dan pengalaman mereka," ujarnya dalam kunjungannya ke Stasiun Pasar Senen, Senin 16 Maret 2026.
Sementara dalam kegiatan MABB yang berlangsung di Stasiun Gambir, Sekretaris Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, mengungkapkan bahwa minat baca di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia sebenarnya tinggi apabila didukung dengan lingkungan yang mendukung.
"Secara keseluruhan, saya melihat bahwa minat baca anak-anak dan remaja itu tinggi, asalkan ada suasana yang memfasilitasi. Mudik Asyik Baca Buku adalah salah satu cara untuk menciptakan ruang yang membuat mereka tertarik untuk membaca," ujarnya.
Badan Bahasa juga terus mendorong penguatan literasi melalui berbagai kegiatan, termasuk penyediaan bahan bacaan literasi, pemilihan naskah penulisan buku, bedah buku, diskusi literasi, serta berbagai lomba membaca dan menulis kreatif.
Pada kesempatan itu, Supervisor Komersial Stasiun Gambir, Beny Senjaya, mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan literasi di area publik tersebut, khususnya pada periode arus mudik yang merupakan waktu penting bagi masyarakat.
"Kami sangat mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen. Di tengah kesibukan perjalanan para pemudik, keberadaan buku di tempat umum, seperti stasiun dapat menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca, memperluas pengetahuan, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan saat menunggu keberangkatan," kata Beny.
Sebanyak 2.700 Buku di Stasiun Gambir, Isi Waktu Perjalanan Pemudik dengan Aktivitas Seru
Kegiatan menunggu kedatangan kereta selama masa mudik seringkali diisi dengan bermain gadget atau sekadar menunggu. Namun, suasana yang berbeda terlihat pada lebih banyaknya titik transportasi tahun ini.
Jika sebelumnya MABB berlangsung di enam lokasi, tahun ini jumlah buku bacaan yang disediakan secara gratis diperbanyak di sembilan lokasi untuk para pemudik, terutama anak-anak, guna menemani waktu menunggu dan perjalanan mereka.
Tidak hanya membagikan buku secara gratis, Mudik Asyik Baca Buku 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menyenangkan bagi para pemudik. Di beberapa lokasi, terdapat pojok baca, sesi membaca keras, ulasan buku, mendongeng, permainan edukatif, serta mewarnai bagi anak-anak dari komunitas literasi.
"Di Stasiun Gambir sendiri tersedia sekitar 2.700 buku yang bisa dibaca di tempat atau dibawa pulang tanpa biaya. Jenis bukunya sangat bervariasi, mulai dari buku bergambar hingga komik. Semua buku tersebut adalah produk," jelas Ganjar.
Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak yang pergi mudik bersama keluarga. Dengan menyediakan bacaan yang menarik sesuai usia, diharapkan waktu menunggu di stasiun bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik.
“Mudik merupakan saat yang sangat signifikan bagi warga Indonesia dan perjalanan ini bisa memakan waktu yang cukup lama. Seringkali, banyak anak-anak turut berpartisipasi. Selama menunggu dan dalam perjalanan tersebut, akan lebih bermanfaat jika diisi dengan membaca buku daripada hanya bermain dengan gadget,” ujarnya.
Pengalaman Pemudik: Anak Tidak Lagi Jenuh Dalam Perjalanan di Kereta
Program ini dirasakan secara langsung oleh para pemudik yang membawa anak-anak. Salah satunya adalah Wina, orang tua dari Al-Hazimi, siswa PAUD Marjani Parung Panjang yang akan mudik ke Cirebon, yang mengungkapkan bahwa aktivitas ini membuat anak-anak lebih bersemangat saat menunggu kereta.
“Ini sangat menarik, sehingga anak-anak yang menunggu kereta tidak merasa bosan. Mereka bisa belajar, menambah pengetahuan, dan meningkatkan rasa keberanian saat diajak bermain kuis dan membaca,” kata Wina.
Wina menyatakan bahwa buku-buku yang tersedia sangat membantu dalam mengisi waktu tunggu dengan aktivitas yang lebih berfaedah.
“Jadi, anak dapat mengambil buku untuk dibaca saat menunggu, sehingga tidak merasa bosan dan materi yang ada sangat berguna,” tambahnya.
Pernyataan serupa juga diungkapkan Yana, orang tua dari Finna, siswi kelas III SDIT Darul Abidin Depok. Dia berpendapat bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran literasi di kalangan orang tua.
“Saya sangat menghargai kegiatan ini karena akan meningkatkan literasi di masyarakat. Ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga membuka wawasan literasi bagi orang dewasa. Orang tua juga didorong untuk menyadari bahwa literasi sangat penting bagi semua lapisan masyarakat,” kata Yana.
Yana menjelaskan bahwa anaknya yang berada di kelas III SD biasanya menghabiskan waktu perjalanan dengan bermain gadget atau membawa mainan. Namun, membawa mainan sering kali merepotkan selama perjalanan.
“Terkadang dia suka bermain dengan gadget. Dia juga berpikir untuk membawa mainan agar tidak bermain dengan gadget, tetapi itu repot untuk dibawa. Di sisi lain, dia juga suka membaca. Alhamdulillah, dia mendapatkan buku untuk dibaca secara gratis,” ujarnya.**
Read more info "Menciptakan Generasi Literat, Kemendikdasmen Sediakan Bacaan Bermutu hingga Dorong Minat Menulis" on the next page :