Hari Lahir Pancasila, Cara Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda
Senin, 01 Juni 2026 - 17:50:34
Oleh admin
Riaupintar.com -- Setelah bertugas sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Rangkasbitung, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan ke Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk merenungkan relevansi nilai-nilai Pancasila dan juga memperdalam pemahaman generasi muda mengenai sejarah bangsa.
Bersama dengan Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, bersama dengan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, Wakil Menteri pendidikan dasar dan menengah mengunjungi berbagai koleksi serta narasi sejarah yang ada di Museum Multatuli.
Bonnie Triyana adalah pencetus Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, serta diketahui aktif dalam banyak inisiatif pelestarian sejarah, termasuk usaha penyelamatan Gedung Sarekat Islam yang berada di Semarang. Dalam kunjungan ini, Wamendikdasmen mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Multatuli dan jejak tokoh-tokoh nasional yang terhubung dengan Kabupaten Lebak.
“Gagasan yang diungkapkan dalam Max Havelaar sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila, terutamanya berkaitan dengan keadilan dan kemanusiaan. Pesan-pesan ini sangat penting untuk selalu kita pelihara dan aktualisasikan dalam kehidupan zaman sekarang,” ungkap Wamen Fajar, Senin 1 Juni 2026.
Dalam kunjungannya, Fajar juga menekankan posisi Kabupaten Lebak sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Selain menjadi tempat yang berhubungan dengan sosok Multatuli, Lebak juga memiliki jejak sejarah yang menandai beberapa tokoh penting bangsa, seperti Soekarno, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Maria Ulfah.
Ia menyatakan, kekayaan sejarah tersebut harus menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, khususnya untuk Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Lebak adalah permata sejarah yang sangat berharga. Banyak sosok besar bangsa yang terkait dengan daerah ini. Warisan sejarah ini harus diperkenalkan lebih luas agar generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan Indonesia,” tuturnya.
Fajar menambahkan, semangat antikolonialisme yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa harus terus dipelihara dan dipahami dalam konteks saat ini sebagai langkah untuk memperkuat karakter, nasionalisme, dan persatuan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga mengapresiasi keberadaan Museum Multatuli yang merupakan satu-satunya museum post-kolonial di Indonesia dan termasuk salah satu dari sedikit museum post-kolonial di dunia. Ia menilai museum memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan generasi muda dengan sejarah bangsanya.
“Bagi kami di dunia pendidikan, museum seperti ini merupakan oase bagi anak-anak dan generasi muda. Museum harus menjadi ruang belajar yang hidup, terus berkembang, dan menghadirkan pengetahuan baru sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah,” ungkapnya.
Selain sebagai sarana edukasi, Fajar juga melihat potensi besar Museum Multatuli dan Kabupaten Lebak untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah. Menurutnya, dukungan infrastruktur yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses dan mengenal kekayaan sejarah daerah tersebut.
“Jika terus dikembangkan, wisata sejarah di Lebak tidak hanya memperkuat memori kolektif bangsa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat,” ujarnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya menjaga dan mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Melalui pemahaman sejarah yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mengenal perjalanan bangsanya, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta menjawab tantangan masa depan Indonesia.**
Read more info "Hari Lahir Pancasila, Cara Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda" on the next page :