Direvitalisasi, Kini Murid Belajar Lebih Nyaman di 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa

  • Senin, 18 Mei 2026 - 04:55:36
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meluncurkan hasil revitalisasi yang telah selesai sepenuhnya di 124 institusi pendidikan, terdiri atas 87 institusi di Lombok Timur dan 37 institusi di Sumbawa. Acara peresmian diadakan di SMK Negeri 1 Sikur, Lombok Timur, pada Ahad, 17 Mei 2026.


Kegiatan peresmian ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan pendidikan berkualitas melalui pengembangan infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah.


Dalam pidatonya, Mendikdasmen menekankan bahwa revitalisasi dan digitalisasi dalam pendidikan bukanlah tujuan akhir, melainkan merupakan bagian dari usaha kolaboratif untuk meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan di tingkat nasional.


“Revitalisasi dan digitalisasi ini bukanlah titik akhir; ini adalah upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui layanan pendidikan yang berkualitas, diharapkan mutu pendidikan dapat ditingkatkan untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak baik, serta berkomitmen terhadap masa depan dan kemajuan bangsa,” ungkap Menteri Mu’ti.


Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah memberikan bantuan revitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk 531 sekolah dengan total nilai bantuan mencapai Rp527,5 miliar. Bantuan ini mencakup 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan juga 11 PKBM/SKB.



Untuk Kabupaten Lombok Timur, bantuan revitalisasi diberikan kepada 87 sekolah dengan total nilai Rp105,9 miliar, yang terdiri dari 7 PAUD, 36 SD, 19 SMP, 9 SMA, 12 SMK, dan 4 SLB. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa, bantuan revitalisasi dialokasikan bagi 37 sekolah dengan total nilai Rp38,1 miliar, yang termasuk 6 PAUD, 9 SD, 10 SMP, 7 SMA, 4 SMK, dan 1 SLB.


Selain melakukan revitalisasi, Kemendikdasmen juga melaksanakan program digitalisasi pembelajaran di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mendistribusikan 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) ke 7.080 sekolah yang total anggarannya mencapai Rp236,1 miliar. Di Kabupaten Lombok Timur, sebanyak 1.739 IFP telah disalurkan dengan nilai mencapai Rp47,1 miliar.


Sementara itu, untuk Kabupaten Sumbawa, program digitalisasi pada tahun 2025 dialokasikan senilai Rp24,3 miliar untuk 730 sekolah, yang terdiri dari 182 PAUD, 378 SD, 43 SMP, 27 SMA, 17 SMK, 3 SLB, dan 7 PKBM/SKB. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih merata di seluruh wilayah.


“Ini adalah wujud misi yang jelas bahwa setiap anak berhak untuk belajar dengan teknologi modern. Visi Kemendikdasmen adalah untuk memberikan pendidikan berkualitas untuk semua dengan partisipasi masyarakat yang luas. Kami berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, termasuk perangkat digitalisasi pembelajaran yang telah diserahkan,” jelas Mu’ti.


Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas revitalisasi yang diberikan oleh pemerintah. Di program revitalisasi 2025, SMK Negeri 1 Sikur menerima pembangunan ruang untuk praktik belajar serta beberapa kelas baru yang mendukung proses belajar-mengajar dengan total dana sebesar Rp978.549.000.



“Kami mengungkapkan syukur yang mendalam, kebanggaan, dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan program bantuan revitalisasi. Program ini sangat berdampak dan bermanfaat bagi kami di sekolah; motivasi anak-anak untuk bersekolah kini semakin tinggi karena telah disediakan ruang belajar yang layak,” tuturnya.


Dia menjelaskan bahwa sebelum adanya revitalisasi, sekolah menghadapi kekurangan ruang belajar, sehingga proses pembelajaran harus dilakukan dalam sistem _double shift_. Setelah revitalisasi selesai, semua siswa dapat belajar di pagi hari dalam fasilitas yang lebih baik dan nyaman.


“Anak-anak merasa senang karena bangunannya memenuhi standar, pencahayaan ruang kelas sangat baik, dan ruangan tersebut nyaman. Motivasi mereka untuk pergi ke sekolah juga semakin meningkat,” tambahnya.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Nurul Wathoni, menyatakan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran telah berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pendidikan di sekolah-sekolah. Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan terus memantau pembaruan data sekolah melalui Dapodik agar bantuan revitalisasi dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.


“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas program revitalisasi dan digitalisasi yang dilaksanakan pemerintah melalui Kemendikdasmen. Ini sangat membantu dalam memperbaiki prasarana sehingga proses belajar anak-anak menjadi lebih nyaman. Kami akan terus memantau agar sekolah-sekolah dapat memperbarui data sesuai keadaan yang nyata di Dapodik sehingga di masa mendatang dapat memperoleh bantuan revitalisasi,” pungkasnya.



Sementara, Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, menyatakan bahwa sekolahnya mendapatkan bantuan revitalisasi yang mencakup dua ruangan kelas, dua ruangan keterampilan, serta satu set toilet. Bantuan tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.


“Di sebelum kami menerima revitalisasi, kami mengalami kekurangan ruang. Banyak siswa yang belajar di dalam satu ruangan dengan tiga kelompok, sehingga proses pembelajaran terasa tidak optimal,” jelasnya.


Azri menambahkan, setelah revitalisasi selesai, suasana belajar mengajar menjadi lebih mendukung dan siswa semakin bersemangat mengikuti pembelajaran praktek.


“Syukurlah, setelah mendapatkan revitalisasi, proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Siswa sangat termotivasi karena sekarang memiliki ruang praktek yang lebih baik untuk keterampilan di bidang tata boga maupun kerajinan kayu,” paparnya.


Ketua Jurusan Tata Rambut di SMK Negeri 1 Sikur, Rahmawati, menyatakan bahwa revitalisasi ruang praktek baru membantu meningkatkan kenyamanan dalam proses belajar praktek bagi siswa.



“Sebelumnya, ruangan praktek terasa lebih kecil dan panas. Karena keterbatasan laboratorium, beberapa ruang kelas juga difungsikan untuk kegiatan praktek. Dengan adanya gedung baru ini, proses pembelajaran menjadi lebih nyaman,” tuturnya.


Siswa SMK Negeri 1 Sikur, Adinda, mengungkapkan rasa senangnya terhadap fasilitas laboratorium baru yang hasil revitalisasi. Ia merasakan bahwa ruang praktek yang lebih luas dan nyaman membuat aktivitas belajar menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.


“Di laboratorium yang baru, saya merasa bahagia, tenang, dan aman karena ruangan ini lebih luas dibanding yang sebelumnya. Dulu, ruangannya terasa lebih gelap, panas, dan pencahayaan yang masuk kurang. Sekarang, ruangannya lebih terang dan nyaman, sehingga kami bisa lebih semangat dalam belajar,” tambahnya.


Hal serupa juga diungkapkan oleh Natasha, siswa kelas X Program Keahlian Kecantikan. Ia mengatakan bahwa laboratorium baru hasil revitalisasi membuat proses pembelajaran praktek lebih nyaman jika dibandingkan dengan yang sebelumnya, yang masih menggunakan ruang gabungan. Kini, fasilitas yang ditingkatkan menjadi dorongan bagi dirinya dan teman-temannya untuk belajar dengan lebih giat.


“Ruang lab yang dulu merupakan ruang gabungan dan lebih sempit. Sedangkan lab yang baru ini lebih luas dan nyaman. Harapannya, dengan adanya lab baru ini, saya dan teman-teman bisa lebih bersemangat belajar agar kami dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Natasha.**

Read more info "Direvitalisasi, Kini Murid Belajar Lebih Nyaman di 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa" on the next page :

Berita Terkait

Populer